Dari Bupati hingga Petani Milenial, Dukungan Mengalir untuk Wahyu Hidayah

KARTINI – Suasana Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Jumat (3/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan orang berkumpul, mulai dari pejabat, akademisi, petani milenial, hingga tokoh masyarakat. Semua hadir bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi juga memberikan dukungan kepada Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kuningan, yang tengah menjalani visitasi tahap ketiga ajang PNS Berprestasi Jawa Barat 2025.

Visitasi tersebut dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari akademisi ternama, yaitu Prof. H. Agus Ahmad Safei (UIN SGD Bandung), Prof. H. Karim Suryadi (UPI Bandung), Prof. Ridwan Sutriadi (ITB), dan Dr. Ferry Hadiyanto (Unpad Bandung). Mereka hadir bersama jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, sesuai mandat Surat Kepala BKD Nomor: 2386/KPG.03.06/PKAP.

Namun, sorotan utama bukan hanya pada paparan Wahyu tentang inovasinya yang bertajuk “Strategi Regenerasi Petani dalam Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan di Era Modern”. Lebih dari itu, atmosfer visitasi berubah menjadi ajang unjuk testimoni dari berbagai pihak yang pernah bersinggungan langsung dengan program tersebut.

Testimoni dari Bupati


Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir langsung, menyampaikan penghargaan tinggi atas kiprah Wahyu. Ia menegaskan bahwa keberadaan ASN inovatif seperti Wahyu adalah aset besar bagi daerah.

“Sejak lama saya mengenal beliau. Dari Kabid di Bappeda, hingga sekarang dipercaya menjadi Kepala Dinas dan Pj Sekda, beliau selalu menunjukkan dedikasi dan inovasi. Banyak bantuan pertanian bisa masuk ke Kuningan berkat jejaring dan lobi beliau,” ujar Bupati.

Bupati juga menyoroti keberhasilan Wahyu dalam mengubah stigma profesi petani. “Hari ini kita bisa melihat 60 kelompok petani milenial dengan 685 anggota aktif. Mereka membuktikan bahwa bertani bisa modern, menjanjikan, bahkan meningkatkan pendapatan hingga 20 persen. Ini bukan teori, tapi nyata,” ungkapnya disambut tepuk tangan audiens.

Dukungan dari Akademisi hingga Masyarakat

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Jabar, Nenden Tatin Maryati, menjelaskan bahwa penilaian tak hanya melihat paparan inovasi, tetapi juga mendalami kesaksian para pemangku kepentingan.

“Yang diuji bukan hanya Pak Wahyu, tapi juga ekosistemnya. Bagaimana atasan, bawahan, akademisi, petani, dunia usaha, hingga media melihat dampak inovasinya,” tegas Nenden.

Kesaksian tersebut datang bertubi-tubi. Para petani milenial yang tergabung dalam Pasar Tani Milenial dan kelompok tani desa menyampaikan bagaimana akses alsintan, pelatihan lapang, hingga peluang pemasaran digital mengubah cara mereka bertani.

Salah satu anggota kelompok petani muda, menyebut program Wahyu membuatnya berani menjadikan pertanian sebagai profesi utama. “Dulu saya ragu karena orang tua selalu bilang bertani itu berat dan hasilnya kecil. Sekarang dengan dukungan alat modern dan akses pasar, saya yakin bertani bisa jadi masa depan,” katanya penuh semangat.

Bukan Sekadar Lomba


Menanggapi berbagai testimoni, Wahyu menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar dibuat untuk lomba. “Saya ingin memastikan regenerasi petani benar-benar berjalan. Ini gerakan nyata, bukan proyek sesaat. Harapannya bisa direplikasi lebih luas, bahkan jadi model nasional,” ujarnya.

Dengan dukungan yang begitu kuat dari berbagai kalangan, langkah Wahyu menuju enam besar kandidat PNS Berprestasi Jawa Barat 2025 semakin kokoh. Jika lolos, ia akan berhadapan di babak final adu gagasan sebelum ditentukan juara 1, 2, dan 3.

Bupati Dian menutup testimoninya dengan keyakinan penuh. “Pak Wahyu sudah membuktikan dirinya membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus berkarya. Saya percaya beliau layak mewakili Jawa Barat hingga ke tingkat nasional.”

Sore itu, suasana Desa Cihirup dipenuhi optimisme. Dari pejabat daerah, akademisi, hingga petani milenial, semua menyuarakan dukungan yang sama: Wahyu Hidayah bukan hanya kandidat, tetapi simbol perubahan nyata di sektor pertanian Kuningan. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *