Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/MBG Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Dari Dapur Sekolah untuk Petani dan UMKM Kuningan
BeritaSosial Ekonomi

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Dari Dapur Sekolah untuk Petani dan UMKM Kuningan

By admin_kartini
Oktober 3, 2025
0

KARTINI – Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan bukan hanya menjamin asupan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi MBG Tingkat Kabupaten Kuningan yang dipimpin Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Aula Graha Sajati 1 BKPSDM, Kamis (2/10/2025).

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati, Forkopimda, Ketua DPRD, Kajari, Ketua PN, Dandim 0615, Kapolres Kuningan, Ketua Satgas MBG, Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), hingga para pengelola dapur MBG.


Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa MBG tidak boleh dipandang sebatas program distribusi makanan. Lebih dari itu, MBG adalah instrumen pembangunan yang menyalurkan puluhan miliar rupiah anggaran langsung ke desa-desa.

“Gunakan bahan pangan dari petani, pasar lokal, dan UMKM sekitar. Setiap rupiah MBG harus kembali ke masyarakat. Jangan sampai uangnya justru lari keluar daerah. Dari dapur MBG, kita ingin lahirkan kesejahteraan,” tegas Bupati.

Instruksi itu menjadi sinyal kuat bahwa MBG di Kuningan bukan hanya menjaga gizi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi petani sayuran, peternak ayam, pengrajin tahu-tempe, hingga pedagang pasar tradisional.

Bupati juga mengingatkan, keberhasilan MBG bergantung pada sinergi banyak pihak. Para pengelola dapur, menurutnya, harus memastikan kualitas makanan, tapi sekaligus bijak memilih bahan pangan dari produksi lokal.

“Kalau dapur MBG setiap hari belanja ke petani dan pasar desa, maka ada perputaran ekonomi baru. Itulah multiplier effect yang kita harapkan,” ujarnya.

Pernyataan ini disambut Ketua Satgas MBG sekaligus Pj Sekda, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Ia menegaskan pihaknya sudah menyiapkan langkah teknis, termasuk kewajiban setiap dapur memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta melibatkan petani dan UMKM setempat sebagai mitra pemasok.

“Program ini disiplin dalam aspek gizi dan higienitas, tapi juga harus profesional dalam mengelola rantai pasok. Kita tidak hanya bicara anak-anak sehat, tapi juga petani sejahtera,” ujar Wahyu.

Tak kalah penting, aspek integritas juga disorot. Kepala Kejari Kuningan, Ikhwanul Ridwan Saragih, S.H., menegaskan dana besar MBG harus dikelola transparan. “Ini amanah untuk masa depan anak-anak kita. Mari pastikan setiap rupiah digunakan sesuai aturan dan benar-benar kembali ke rakyat,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Kuningan menyatakan dukungan penuh legislatif untuk mengawal program ini. “MBG adalah wajah pembangunan nyata. Anak-anak kenyang, rakyat berdaya, ekonomi bergerak,” tegasnya.

Rakor ditutup dengan penegasan Bupati bahwa MBG adalah bagian dari visi besar Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, Tangguh).

“Kita rapat bukan hanya membahas dapur, bahan, atau menu. Kita sedang membicarakan ekonomi rakyat dan masa depan bangsa. Dari dapur sekolah, kita ingin melesatkan kesejahteraan masyarakat. Itulah arti sejati MBG,” pungkasnya. (vr)

Tags:

bupati kuninganKejari KuninganKetua DPRD KuninganMBGPJ. Sekda KuninganWabup Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Dari Bupati hingga Petani Milenial, Dukungan Mengalir untuk Wahyu Hidayah

Next

Dinkes Amankan Sampel Keracunan MBG Luragung, Dapur Pun Dihentikan Sementara

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho