Petani Muda Kuningan Belajar Mandiri, Dari Pupuk Kimia ke Pertanian Organik Berbasis Alam

KARTINI (Kuningan) — Semangat baru tumbuh di kalangan petani muda Kuningan. Melalui program Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembah Kemuning, para peserta kini mulai memahami bahwa kemandirian dalam bertani tak hanya soal hasil panen, tetapi juga keselarasan dengan alam.

Dalam kegiatan monitoring  yang dilakukan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., Selasa (11/11/2025). Para peserta magang mendapat dorongan kuat untuk berani berinovasi dan meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia.

Salah satu peserta, Rizky (23), mengaku awalnya ragu dengan sistem organik. “Kami biasa berpikir tanpa pupuk kimia hasilnya pasti turun. Tapi setelah lihat demplot, ternyata malah meningkat. Ini membuka mata kami,” ujarnya sambil menunjukkan tanaman padi yang tumbuh subur di lahan percontohan.

Dari uji coba yang dilakukan di 16 demplot UPTD/BPP, penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) mampu meningkatkan hasil panen dari 6 ton menjadi 10–12 ton per hektare, meski dosis pupuk kimia dikurangi hingga 50 persen.

Dr. Wahyu menekankan pentingnya kembali ke kearifan lokal dan memanfaatkan sumber daya alam sekitar. “Alam kita sudah menyediakan segalanya. Petani bisa membuat pupuk dan pengendali hama sendiri, ini bagian dari kemandirian sejati,” jelasnya kepada para peserta.

Peserta juga diajak memahami konsep ekologi alami, termasuk fenomena “pohon pemanggil hujan” dan “pohon pemanggil petir” seperti Ki Hujan dan Randu, yang menurutnya dapat membantu menyeimbangkan unsur tanah dan menyuburkan lahan.

Bagi para petani muda, pelatihan ini bukan sekadar belajar teknik bertani, tetapi juga menanamkan filosofi baru, bertani dengan menghormati alam. Dengan semangat generasi baru ini, harapan akan masa depan pertanian Kuningan yang tangguh dan mandiri tampak semakin nyata. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *