Sikapi Sakit Sebagai Waktu Untuk Beristirahat
KARTINI – Tidak ada yang menginginkan tubuh sehat ini menjadi lemah dengan segala sakit yang dirasakan. Tapi adakalanya sakit merupakan satu-satunya cara mengistirahatkan tubuh. Jika tidak, haknya untuk jeda tidak juga diberikan, hingga satu-satunya yang membuatnya berhenti dan berisitirahat adalah dengan sakit.
Dari mulai demam, flu, pilek dan batuk. Sederhana sekali bentuk teguran bukti Tuhan mencintai anda. Maka mau tidak mau, anda akan memaksa mencari cara segera sembuh, atau memberikan kesadaran pada diri anda, agar lebih adil pada tubuh sendiri. Dengan memperhatikan asupan nutrisi hingga waktu yang cukup beristirahat.
Hal lainnya yang akan diperbaiki, mulai mengurangi waktu-waktu yang dirasa akan menuntut tubuh bekerja lebih keras lagi. Tidak bisa dipungkiri, sakit yang hadir bisa dipengaruhi oleh perasaan anda. Bertumpuknya emosi yang tidak terungkapkan memicu jantung dan hati lebih ekstra berkerja. Sehingga aliran darah dalam tubuh tidak stabil dan menyebabkan virus mudah sekali menyerang.
Cuaca turut berperan, hujan yang terus menerus datang seperti tak berjeda. Kemudian panas menyengat walau sesaat. Memaksa badan menyesuaikan dengan suhu udara yang berubah dengan cepatnya. Ditambah lagi makanan yang dikonsusmsi diri tidak cukup memmenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Biarkan sejenak rebah lebih lama, nikmati segala rasa. Dari lemas, pusing, hingga hidung mampet, suhu tubuh yang terasa panas namun yang terekpresikan serupa gigil hebat. Saat kondisi lemah, bayangan orang-orang terkasih yang mendahului pergi mulai bermunculan. Mengantar sebongkah rindu dalam pelukan.
Wahai, tubuh. Maafkan, selama ini kurang adil padamu. Jika sakit ini adalah bentuk lain dari kasih sayang yang sedang ditunjukkan, semoga kesembuhannya kelak menjadi kesadaran penuh untuk lebih menghagai dan menjagamu lebih baik lagi. (vr)










