Om-Jok 2026 Jadi Jembatan Regenerasi, Mahasiswa Perantauan Pulang Membawa Peta Masa Depan Pelajar Kuningan

KARTINI (Kuningan) – Kegiatan Obrolan Mahasiswa Jogja–Kuningan (Om-Jok) 2026 menjadi ruang strategis bagi proses regenerasi gagasan dan transfer pengalaman antara mahasiswa Kuningan di perantauan dengan pelajar tingkat SLTA di daerah asal. Digelar di Sanggariang, Jalan Siliwangi, kegiatan ini mempertemukan dua fase penting perjalanan pendidikan generasi muda Kuningan.

Dengan mengusung tema “Menyulam Asa Merangkai Cita”, Om-Jok 2026 dirancang sebagai forum terbuka tempat mahasiswa berbagi realitas dunia kampus, tantangan hidup di perantauan, serta strategi membangun masa depan yang realistis namun tetap berani bermimpi. Pelajar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi diajak berdialog langsung dan memetakan arah studi serta karier sejak dini.

Ketua Pelaksana Om-Jok 2026, Hiro Isya Syuhada, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan mahasiswa perantauan yang ingin kembali memberi manfaat bagi daerah asal. Menurutnya, Om-Jok adalah bentuk kepedulian kolektif agar pelajar Kuningan tidak melangkah sendirian dalam menentukan masa depan.

Rangkaian kegiatan seperti talkshow pendidikan, try-out, expo kampus, hingga pertunjukan seni menjadi media untuk memperkenalkan dunia perguruan tinggi secara lebih dekat dan membumi. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan pelajar akan ruang informasi dan inspirasi yang relevan dengan kondisi mereka.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan daerah dalam pembukaan acara memperkuat posisi Om-Jok sebagai forum kolaboratif, namun esensi kegiatan tetap berada pada peran mahasiswa sebagai agen pembagi pengalaman. Mahasiswa tidak lagi sekadar simbol keberhasilan, melainkan mentor yang membuka jalan dan memperpendek jarak mimpi adik-adiknya.

Om-Jok 2026 menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa tumbuh dari obrolan, berbagi cerita, dan keberanian untuk saling menarik generasi berikutnya agar melangkah lebih jauh.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kuningan di Yogyakarta tidak hanya pulang membawa cerita, tetapi juga meninggalkan harapan dan peta jalan masa depan bagi generasi penerus di kampung halaman. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *