Warga Apresiasi Layanan KB “One Day One Service”, Akses Makin Cepat tapi Tantangan Lapangan Masih Ada
KARTINI (Kuningan) – Program inovasi “One Day One Service” yang diluncurkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan menuai respons positif dari sejumlah warga. Layanan yang memungkinkan pemasangan alat kontrasepsi dilakukan pada hari yang sama setelah penyuluhan dinilai memangkas waktu tunggu dan mengurangi kerumitan prosedur.
Inovasi ini diperkenalkan secara luas dalam program Jabar Hari Ini yang disiarkan dari Command Center Kuningan, hasil kolaborasi TVRI Jawa Barat dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan. Dalam dialog tersebut, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Deniawan, menyampaikan bahwa skema layanan satu hari ini ditujukan untuk memangkas alur birokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Namun di lapangan, sejumlah petugas mengakui implementasinya membutuhkan kesiapan ekstra, terutama dalam hal ketersediaan tenaga dan logistik. Dengan cakupan 376 desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan, distribusi pelayanan masih menjadi pekerjaan rumah.

Saat ini terdapat 135 penyuluh yang tersebar di berbagai kecamatan, terdiri dari ASN berstatus PNS maupun P3K. Setiap petugas rata-rata membina dua hingga tiga desa. Meski secara administratif seluruh desa telah terpetakan, kondisi geografis dan jarak antarwilayah masih memengaruhi efektivitas layanan di beberapa titik.
Di sisi lain, kolaborasi dengan sekolah melalui program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja (PIK-R) dinilai cukup membantu dalam menekan angka perkawinan usia dini. Edukasi tentang pendewasaan usia perkawinan menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan program KB secara menyeluruh.
Beberapa warga berharap inovasi ini tidak hanya cepat dalam proses, tetapi juga konsisten dalam pendampingan pasca-pelayanan. Transparansi informasi, ketersediaan alat kontrasepsi, serta pendekatan persuasif dinilai tetap menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.
“Inovasinya bagus karena tidak perlu bolak-balik. Tapi kami juga ingin pelayanan tetap ramah dan jelas penjelasannya,” ujar seorang warga di wilayah timur Kuningan.
Dengan pendekatan baru ini, masyarakat melihat adanya langkah maju dalam pelayanan publik. Meski demikian, keberhasilan “One Day One Service” pada akhirnya akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di tingkat desa dan kemampuan pemerintah daerah menjawab tantangan teknis di lapangan. (vr)










