Gali Potensi Kearifan Lokal, 114 Pegiat Literasi Kuningan Ikuti Bimtek Kepenulisan Stimulus Perpusnas

KARTINI (Kuningan) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarsipus) Kabupaten Kuningan sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari penuh, dari Sabtu hingga Minggu (20–21 Juni 2026), bertempat di Aula Lantai 3 Bank BJB Cabang Kuningan.

Pelaksanaan bimtek strategis ini berjalan lancar berkat dukungan penuh stimulus anggaran dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, sebagai bagian dari program penguatan literasi berbasis muatan lokal di berbagai daerah.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Dispusip Kabupaten Kuningan, Drs. H. Nurahim, M.Si. Dalam sambutannya, Nurahim menyampaikan apresiasi mendalam atas sokongan dari Perpusnas RI sekaligus menegaskan pentingnya menjaga tradisi tutur dan sejarah lokal agar tidak tergerus zaman.

“Kegiatan yang disupport oleh Perpusnas RI ini menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat sekaligus melestarikan dan menggali potensi kearifan lokal di era global,” ujar Nurahim.

Bimtek ini diikuti oleh 114 peserta yang merepresentasikan ekosistem literasi di Kabupaten Kuningan, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pengajar, hingga perwakilan komunitas literasi.

Untuk mematangkan kualitas tulisan para peserta, panitia menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, Dr. Aditia Gunawan, MA., Ahli Manuskrip Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Drs. Asep Budi Setiawan,M.Si., pakar  dan pengamat budaya Kuningan dan Hamdan, M.Pd., Pojok Publisher.

Selama dua hari pelaksanaan, atmosfer pelatihan berlangsung sangat interaktif dan penuh semangat. Antusiasme peserta kian terpacu dengan adanya sesi apresiasi berupa pembagian doorprize bagi mereka yang aktif dan menunjukkan progres kepenulisan yang baik selama acara.

Respon positif juga datang dari salah satu tokoh penggiat literasi daerah, Syaiful Amri, yang menjabat sebagai Ketua Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB) Kabupaten Kuningan. Ia mengapresiasi penuh langkah nyata Dispusip dan Perpusnas dalam memfasilitasi para penulis lokal.

“Ini adalah langkah konkret yang sangat luar biasa. Dukungan anggaran dari pusat yang diturunkan melalui Disarsipus Kuningan ini benar-benar menjawab kebutuhan kami. Wadah seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempertajam pena, sekaligus memastikan bahwa muatan lokal Kuningan tetap hidup dan dikenal luas melalui tulisan,” ungkap Syaiful.

Melalui program bimtek ini, Disarsipus Kabupaten Kuningan menargetkan lahirnya karya-karya literasi baru yang berkualitas dan kaya akan nilai sejarah serta kebudayaan khas daerah yang siap dipublikasikan. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *