Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Sindir Pembangunan yang Cuma Kejar Setoran Fisik, Bupati Kuningan Pilih Jaga Warisan UNESCO Lewat Silat
BeritaOlahraga

Sindir Pembangunan yang Cuma Kejar Setoran Fisik, Bupati Kuningan Pilih Jaga Warisan UNESCO Lewat Silat

By admin_kartini
Juni 18, 2026
0

KARTINI (Kuningan) — Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik. Pembangunan karakter manusia dan pelestarian identitas budaya dinilai memiliki porsi yang sama pentingnya untuk masa depan daerah.

Pesan kuat tersebut disampaikan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat mengapresiasi tingginya animo peserta dalam Kejuaraan Pencak Silat Nasional Ciremai Fest Series 2026 di GOR Ewangga, Kamis (18/6/2026).

“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satunya melalui olahraga yang mampu membentuk karakter, disiplin, serta mental yang kuat,” tegas Bupati Dian.

Nama “Ciremai Fest” yang dipilih oleh pihak penyelenggara ternyata bukan sekadar pelengkap keren. Ketua Panitia Pelaksana, Mukhlis Aminudin (Ami), membeberkan makna mendalam di balik penamaan ajang berskala nasional tersebut.

Gunung Ciremai, yang menjadi ikon tertinggi di Jawa Barat sekaligus kebanggaan Kuningan, diambil sebagai simbol filosofis karena perannya sebagai sumber kehidupan masyarakat melalui mata air yang terus mengalir tanpa henti. Melalui kejuaraan ini, panitia berharap ajang ini bisa menjadi “mata air” serupa yang terus mengalirkan bibit-bibit atlet berprestasi bagi negeri.

Ajang perdana yang diinisiasi oleh SKC Prima di bawah Yayasan Prima Jati Indah ini langsung menyedot perhatian besar dengan total 765 peserta dari 44 kontingen perguruan maupun sekolah di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dan sekitarnya.

Melihat suksesnya kolaborasi mandiri dari komunitas olahraga dan sponsor ini, Bupati Dian langsung menantang panitia untuk menaikkan level turnamen ini di tahun depan. Pemda Kuningan menyatakan komitmennya untuk turun tangan memberikan dukungan penuh.

“Saya berharap Ciremai Fest Series tidak berhenti sampai di sini. Tahun depan harus kembali dilaksanakan dengan skala yang lebih besar. Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan agar event ini menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan,” janjinya.

Di akhir sambutannya, Bupati juga mengingatkan ratusan pesilat muda bahwa pencak silat bukan sekadar teknik bela diri fisik atau ajang pamer kekuatan, melainkan identitas bangsa yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Para atlet pun diminta untuk membawa nilai-nilai luhur silat ke dalam matras pertandingan melalui sportivitas yang tinggi. “Menang tanpa merendahkan dan kalah dengan kepala tegak. Melalui olahraga, kita belajar menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, serta memperkuat persaudaraan,” tutup Bupati Dian. (vr)**

Tags:

bupati kuninganCiremai FestPencak SilatUNESCO
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Rp2 Miliar Amankan Jembatan Cijemit dari Abrasi, Bupati Kuningan Ingatkan Tugas Warga Jaga Alam

two people standing in forest
Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho