Dinkes Amankan Sampel Keracunan MBG Luragung, Dapur Pun Dihentikan Sementara

KARTINI (Kuningan) – Puluhan siswa SMAN 1 Luragung Kab. Kuningan mengalami keracunan, dan diduga akibat mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang didistribusikan pada Kamis 2 Oktober 2026.

Kejadian yang kedua kalinya di Kab. Kuningan tersebut mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk masyarakat pun khawatir dan cemas dengan kejadian keracunan. Masyarakat berharap itu segera ditangani serius oleh pemerintah termasuk kebersihan dan standar dapur sehat termasuk proses masak di dapur MBG itu sendiri.

Atas kejadian itu, Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, didampingi Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, serta Kepala OPD terkait, Dandim 0615, dan Kapolres Kuningan, pada Jumat (3/10), melakukan peninjauan langsung ke UPTD Puskesmas Luragung, salah satu lokasi penanganan para pelajar SMAN 1 Luragung yang diduga mengalami keracunan MBG itu.

Tercatat ada 84 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Luragung. Dari jumlah itu, 7 siswa sempat diinfus dan kini tersisa 4 yang masih dalam penanganan. Selain itu, 5 siswa lainnya juga dirawat di Kuningan Medical Center (KMC).

“Gejalanya rata-rata diare. Dari keterangan siswa, menu ayam kecap yang dikonsumsi terasa agak berlendir. Sampel makanan dan sampel dari siswa sudah diambil, saat ini menunggu hasil laboratorium,” kata Ketua Satgas MBG, Wahyu Hidayah.

Selain siswa yang dirawat, data mencatat ada 113 siswa yang tidak masuk sekolah hari ini, mereka diduga terdampak setelah makan menu MBG sehari sebelumnya. Untuk itu, pihaknya telah meminta pihak sekolah untuk memastikan apakah ketidakhadiran mereka karena sakit biasa, atau memang akibat keracunan.

“Kita harus hati-hati. Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah menurunkan tim investigasi epidemiologi serta mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Barat. Jadi untuk sementara operasional SPPG Penyalur MBG ke SMA dihentikan,” jelasnya.

Sementara Bupati Dian menegaskan, sebagai langkah antisipasi sesuai yang dibicarakan saat Rakor MBG Kabupaten dan Satgas MBG, atas kejadian tersebut memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG penyalur MBG ke SMA Negeri 1 Luragung selama sekitar satu minggu. Dan untuk sementara, distribusi MBG bagi siswa akan dialihkan ke dapur penyedia lainnya.

“Pogram MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan juga tanggung jawab moral untuk memberikan asupan terbaik bagi generasi muda. Oelah karena itu, aspek pengolahan, bahan baku, sanitasi, hingga peralatan dapur harus diawasi secara ketat, ” ujarnya.

Pemkab Kuningan memastikan akan terus melaporkan perkembangan kasus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus memperketat pengawasan dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Dilain pihak, pengelola dapur MBG Luragung Landeuh, Gugum menyampaikan, pihaknya melayani distribusi untuk sekitar 4 ribu siswa SMA, SMP, dan SMK di Luragung. Gugum mengaku, dirinya menduga penyebab keracunan berasal dari menu ayam kecap yang berkuah.

“Banyak siswa bilang kuahnya agak kental dan berlendir. Kemungkinan besar dari situ,” ujarnya.

Sedangkan, Anna Resviana (17), salah satu siswi SMA Negeri 1 Luragung mengaku, mulai merasakan gejala mual, muntah, dan diare sekitar pukul 01.00 dini hari setelah siang harinya makanan MBG. (kh) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *