BPVP Bandung Barat Gelar Pelatihan Agroforestry Berbasis Budidaya Kopi di Desa Sumberjaya
KARTINI (Sumberjaya) – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Agroforestry Berbasis Budidaya Tanaman Kopi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (3/11/2025), dan akan berlangsung selama empat hari hingga 6 November 2025 di Balai Desa Sumberjaya.
Pelatihan ini diikuti oleh para petani dan masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan lahan berbasis agroforestry yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Kegiatan terbagi dalam dua hari sesi teori dan dua hari praktik lapangan di kebun, serta akan diakhiri dengan uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pelatihan.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Sumberjaya Edi Hartono, S.Pd, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumberjaya Wawan, Pemateri dan Fasilitator Daerah Aan Surachmanudin, Bidang Litbang APEKI Jawa Barat Wisnu Kusuma Hermawan, SE dan Ketua Kelompok Tani Sumberjaya Sahrudin, S.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberjaya, Edi Hartono, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami berharap para peserta bisa benar-benar memanfaatkan pelatihan ini untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam budidaya kopi secara berkelanjutan. Desa Sumberjaya memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman kopi, dan dengan pendekatan agroforestry, kita bisa menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan hasil ekonomi masyarakat,” ujar Edi Hartono.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif yang dijembatani oleh APEKI Kuningan, BPVP Bandung Barat, dan kelompok tani untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari para petani kopi di sekitar Kecamatan Ciwaru. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan Desa Sumberjaya dapat menjadi contoh desa produktif dan berdaya saing dalam pengembangan komoditas kopi unggulan berbasis agroforestry. (red)










