Waspadai Cuaca Ekstrem: Curah Hujan Tinggi, Risiko Banjir dan Longsor di Kabupaten Kuningan
KARTINI – Musim hujan membawa berkah bagi pertanian, namun curah hujan yang terlalu tinggi dan ekstrem juga punya sisi berbahaya. Di Kabupaten Kuningan, curah hujan yang intensif selama beberapa minggu terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Cuaca ekstrem ini tidak hanya dipengaruhi oleh fenomena alam, tetapi juga oleh perubahan penggunaan lahan yang semakin masif.
Penyebab Utama Risiko Bencana
- Curah hujan tinggi yang turun dalam waktu singkat atau berkepanjangan membuat tanah cepat jenuh air sehingga mudah longsor.
- Pengalihfungsian lahan dari kawasan hutan atau hijau menjadi permukiman, pertanian intensif, atau bangunan lain mengurangi area resapan air. Akibatnya, air hujan lebih cepat mengalir dan memicu banjir serta erosi tanah.
- Kontur geografis Kuningan yang banyak berupa perbukitan dan lereng membuat sebagian besar wilayahnya rentan terhadap pergerakan tanah saat hujan deras.
Wilayah Rawan Bencana di Kabupaten Kuningan
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ada beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan yang tergolong rawan bencana, terutama longsor dan pergerakan tanah, bahkan beberapa juga rentan banjir. 12 Kecamatan rawan bencanadiantarnya adalah Kecamatan Kadugede, Hantara, Ciniru, Salajambe, Cilebak, Ciwaru, Darma, Jalaksana, Pasawahan, Luragung, Subang dan Maleber.

Area Rawan Khusus:
- Wilayah lereng dan perbukitan → lebih rawan Longsor
- Daerah aliran sungai & dataran rendah → lebih rentan banjir
- Lokasi yang pernah terjadi kejadian longsor/banjir sebelumnya, seperti Desa Mekarsari di Kecamatan Maleber atau lokasi longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede.
Data ini penting sebagai acuan bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan bila bertempat tinggal atau beraktivitas di wilayah tersebut.
Apa yang Perlu Diperhatikan Masyarakat?
Tanda-tanda bahaya sebelum bencana
- Air sungai terlihat makin naik dengan cepat
- Ada retakan di tanah atau lereng bukit
- Hujan lebat tak kunjung reda dalam beberapa jam atau hari
Jika tanda-tanda tadi terlihat, sebaiknya segera menghubungi BPBD desa atau pemerintah setempat dan bersiap mengamankan keluarga serta dokumen penting.
Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Saat Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem tak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga kesehatan tubuh. Seperti Infeksi Saluran Pernapasan (Perubahan suhu dan kelembapan membuat risiko flu, batuk, dan ISPA meningkat), Penyakit Diare atau Problema Pencernaan, Banjir dapat mencemari sumber air minum sehingga air yang dikonsumsi menjadi tidak layak. Penyakit yang Ditularkan Nyamuk (DBD, dsb.), Genangan air yang tersisa setelah hujan lebat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan Masalah Kulit.
Untuk mengurangi risiko bencana, masyarakat dan pemerintah perlu bersinergi dengan menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan, Tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon dan menjaga area resapan air, tidak membangun di daerah yang jelas-jelas rawan longsor atau banjir dan selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan BPBD.
Cuaca ekstrem di Kabupaten Kuningan bukan hal sepele. Tingginya intensitas hujan, kondisi geografis, ditambah tekanan perubahan lahan membuat potensi banjir dan tanah longsor nyata terjadi, terutama di wilayah yang sudah dikenal rawan bencana. Masyarakat perlu terus waspada — bukan hanya terhadap kerusakan fisik, tetapi juga kesehatan yang bisa terdampak oleh kondisi cuaca tersebut. (berbagai sumber)










