Petani Tanjungkerta Mulai Beralih ke Kelapa Genjah, Harapan Baru Pengganti Sawit Rakyat

KARTINI (Kuningan) – Upaya petani Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, dalam mencari komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi lahan dan berkelanjutan mulai menunjukkan arah baru. Melalui bantuan bibit kelapa genjah dan pupuk organik powder, petani setempat kini memiliki alternatif usaha tani yang dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus menjanjikan secara ekonomi.

Bantuan yang diterima kelompok tani di desa tersebut berupa ribuan bibit kelapa genjah lengkap dengan pupuk organik sebagai pendukung awal budidaya. Bagi petani, bantuan ini bukan sekadar distribusi sarana produksi, tetapi menjadi peluang untuk melakukan perubahan pola tanam dari kelapa sawit rakyat menuju komoditas yang lebih adaptif dengan karakter wilayah Kuningan.

Sebagian petani mengakui bahwa kelapa sawit yang sebelumnya ditanam tidak sepenuhnya memberikan hasil optimal, baik dari sisi produktivitas maupun dampak terhadap lahan. Kehadiran kelapa genjah dinilai lebih menjanjikan karena masa panen yang relatif cepat serta permintaan pasar yang stabil, terutama untuk kebutuhan konsumsi air kelapa segar.

Kelapa genjah sendiri dikenal mulai berbuah pada usia 3–4 tahun dengan produksi sepanjang tahun. Selain air kelapanya yang bernilai jual tinggi, daging buahnya juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk turunan seperti santan dan minyak kelapa, membuka peluang usaha lanjutan bagi masyarakat desa.

Kepala Desa Tanjungkerta, Iwan Febri Suwandi, menyampaikan bahwa masyarakat desa menyambut positif bantuan tersebut karena sejalan dengan kebutuhan petani saat ini.

“Petani kami membutuhkan komoditas yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga cocok dengan kondisi lahan. Kelapa genjah ini kami harapkan bisa menjadi sumber pendapatan jangka panjang,” ujarnya.

Selain bibit, dukungan pupuk organik dinilai penting oleh petani untuk menjaga kesuburan tanah dan memperbaiki kualitas lahan yang sebelumnya telah ditanami komoditas lain. Penggunaan pupuk organik juga mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan adanya pendampingan dan monitoring langsung di lapangan, petani merasa lebih yakin dalam mengelola bantuan yang diterima. Harapannya, pengembangan kelapa genjah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui sektor pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *