Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Rp2 Miliar Amankan Jembatan Cijemit dari Abrasi, Bupati Kuningan Ingatkan Tugas Warga Jaga Alam
BeritaSosial Ekonomi

Rp2 Miliar Amankan Jembatan Cijemit dari Abrasi, Bupati Kuningan Ingatkan Tugas Warga Jaga Alam

By admin_kartini
Juni 18, 2026
0

KARTINI (Kuningan) — Sempat lumpuh total dan memutus urat nadi kehidupan warga di tiga desa, Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, akhirnya kembali berdiri kokoh. Infrastruktur bernilai historis dan vital ini resmi dibuka kembali oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Rabu (17/6/2026).

Menariknya, dalam peresmian jembatan senilai Rp2 miliar ini, Bupati Dian tidak hanya bicara soal beton dan aspal. Ia secara lugas mengingatkan bahwa fasilitas megah yang kini dinikmati warga merupakan perwujudan langsung dari keringat masyarakat sendiri.

“Ini dibangun dari uang rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Maka sudah sepatutnya kita jaga bersama agar keberadaannya terus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” tegas Bupati Dian di hadapan warga yang memadati lokasi.

Bagi warga Desa Cijemit, Gunung Manik, dan Pinara, jembatan yang pertama kali dibangun pada tahun 1990 ini adalah segalanya. Kepala Desa Cijemit, Wawan Kuswara, menceritakan bagaimana warga sempat terisolasi dan menghadapi keterbatasan akses selama berbulan-bulan.

Retakan jembatan akibat abrasi sungai pertama kali terdeteksi pada April 2025, sebelum akhirnya struktur penyangga jembatan patah total pada Desember 2025 hingga harus ditutup demi keselamatan. Lewat intervensi cepat DPUTR dan BPBD Kuningan, rekonstruksi intensif berhasil rampung pada Juni 2026 ini.

“Hari ini kita bukan sekadar meresmikan sebuah jembatan. Kita meresmikan harapan, meresmikan keterhubungan antara hari ini dan masa depan,” tambah Bupati Dian, memaknai filosofi di balik berfungsinya kembali jalur tersebut.

Selain menekankan kepemilikan aset oleh rakyat, Bupati Kuningan juga memberikan peringatan keras terkait mitigasi bencana. Mengingat jembatan ini sempat hancur karena hantaman abrasi sungai, kesadaran lingkungan menjadi harga mati agar anggaran miliaran rupiah tidak sia-sia.

“Alam akan menjadi sahabat jika kita menjaganya. Sebaliknya, jika kita abai, alam dapat menjadi ancaman bagi kehidupan kita sendiri. Karena itu, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya mengingatkan.

Kegembiraan warga atas kembalinya akses utama mereka tidak terbendung. Teti (48), salah seorang warga setempat, mengaku kini bisa bernapas lega dan merasa lebih tenang saat melintas karena konstruksi baru dirasa jauh lebih kokoh (wengkuh).

Peresmian jembatan ini pun tidak berakhir kaku di atas kain pita. Usai penandatanganan prasasti oleh Bupati yang didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani dan Sekda U. Kusmana, warga langsung menggelar tradisi Ngobeng Ikan (menangkap ikan bersama di kolam/sungai) serta doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Sebuah potret utuh bagaimana uang rakyat yang kembali dalam bentuk infrastruktur, dirayakan dengan penuh sukacita oleh rakyat itu sendiri. (vr)**

Tags:

bupati kuninganPeresmianWabup Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bukan Cuma Diskusi Agama, Lintas Iman Majalengka-Indramayu Justru Sibuk Urus Jelantah dan Buruh Migran

Next

Sindir Pembangunan yang Cuma Kejar Setoran Fisik, Bupati Kuningan Pilih Jaga Warisan UNESCO Lewat Silat

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho