Gema Puisi dan Bincang Sastra di Pendopo Sawah Lope, Sinergi Pegiat Literasi Menjaga Marwah Tradisi Kuningan
KARTINI (Kuningan) — Suasana malam di Pendopo Sawah Lope, Jalan Cikaso, Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan terasa hangat dan penuh khidmat pada Sabtu (1/8/2026). Puluhan pegiat seni, sastra, dan budaya dari berbagi provinsi berkumpul dalam perhelatan bertajuk “Pulang ke Kampung Tradisi batch #6: Milampah Tapak Kuningan”, sebuah kegiatan yang mengombinasikan Bincang Sastra dan Budaya serta Pergelaran Seni.
Acara yang diinisiasi oleh Komunitas Penyair Perempuan Indonesia (PPI) ini menghadirkan diskusi mendalam bersama para pakar di bidangnya. Hadir sebagai narasumber utama yakni Pakar Budaya Kuningan, Drs. Asep Budi Setiawan, M.Si.; perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Barat, Yadi Mulyadi; serta sineas sekaligus Owner Rumah Film Affandi, Ahmad Rois Affandi. Diskusi dipandu dengan apik, membedah pentingnya merawat identitas lokal, mengarsipkan warisan budaya, serta mentransformasikannya ke dalam karya sastra dan film modern tanpa kehilangan ruh tradisinya.
Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI), Kunni Masrohanti, menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas terselenggaranya kegiatan ini di Tanah Pasundan.

“Pulang ke Kampung Tradisi bukan sekadar mudik fisik, melainkan perjalanan spiritual dan kebudayaan untuk kembali mengenali akar tradisi kita. Di Kuningan, kami merasakan kehangatan dan semangat melestarikan budaya yang sangat luar biasa dari para pegiatnya,” ujar Kunni Masrohanti dalam sambutannya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Cikaso, Hidayat. Beliau mengaku bangga Desa Cikaso, khususnya kawasan Sawah Lope, dipilih sebagai pusat berlangsungnya perhelatan kebudayaan tingkat nasional ini.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan positif ini. Sawah Lope bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi malam ini membuktikan diri mampu menjadi wadah ruang ekspresi kebudayaan dan literasi yang menginspirasi warga serta generasi muda,” tutur Hidayat.

Tak hanya diskusi, suasana malam kian semarak dan magis dengan adanya Panggung Puisi Kolaborasi. Para penyair, seniman, dan tamu undangan secara bergantian membawakan bait-bait puisi penuh makna yang menyentuh hati para hadirin.
Kegiatan ini turut dihadiri dan diramaikan oleh berbagai elemen pegiat literasi serta komunitas lokal Kuningan, di antaranya Komunias Penulis Pengajar Jawa Barat (KPPJB) Kuningan, Forum TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Kabupaten Kuningan, serta komunitas kreatif Pasar Renteng Desa Cibogo. Kehadiran lintas komunitas ini mempertegas soliditas pergerakan literasi dan kebudayaan di Kabupaten Kuningan.
Melalui perhelatan Milampah Tapak Kuningan ini, diharapkan jejak-jejak nilai luhur tradisi lokal dapat terus dirawat, diwariskan, serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus di masa mendatang. (vr)**










