Bukan Sekadar Penyalur Bansos, Pendamping PKH Kuningan Kini Jadi “Garda Data” dan Pendidikan
KARTINI (Kuningan) – Paradigma peran pendamping sosial di Kabupaten Kuningan resmi bergeser. Tidak lagi sekadar memastikan bantuan cair, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kini memegang mandat krusial sebagai ujung tombak akurasi data kemiskinan dan motor penggerak pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.
Dalam acara Peningkatan Kapasitas ASN di Jagara Eco Park, Rabu (3/6/2026), Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa validitas data adalah fondasi utama pengentasan kemiskinan. Dengan status baru mayoritas SDM PKH sebagai ASN PPPK, tanggung jawab yang dipikul pun semakin besar.

“Pendamping sosial bukan hanya memastikan bantuan sampai. Lebih penting adalah bagaimana masyarakat tumbuh dan mandiri. Keberhasilan kita sangat bergantung pada kualitas data yang diverifikasi langsung di lapangan,” tegas Bupati Dian.
Ketua Tim PKH Kabupaten Kuningan, Nanin Ernis Nurjaman, mengungkapkan bahwa para pendamping di lapangan telah melakukan aksi nyata dalam pembersihan data. Hasilnya, ground check Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah mencapai 73,69%.
- Total Verifikasi: Lebih dari 27.000 keluarga telah diverifikasi door-to-door.
- Target: Memastikan bansos tepat sasaran dan meminimalkan margin kesalahan data kemiskinan.
Selain urusan administratif, 127 personel PKH Kuningan kini merambah sektor pendidikan. Mereka berperan aktif menjaring calon siswa untuk Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang memberikan akses pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera.

Antusiasme warga terpantau sangat tinggi:
- Jenjang SMP: Jumlah pendaftar melampaui kuota yang tersedia.
- Pendidikan Tinggi: Sebanyak 23 anak dari keluarga PKH berhasil kuliah gratis melalui advokasi pendamping sosial.
- Sekolah Rakyat Cikandang: Dari 6.475 calon siswa yang dijangkau, 178 siswa berminat bergabung, meski kuota awal baru tersedia untuk 90 orang.
Kepala Dinas Sosial, Tatiek Ratna Mustika, menambahkan bahwa kepercayaan pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, merupakan buah dari kerja keras para pendamping dalam memetakan kebutuhan riil di masyarakat.
Melalui integrasi antara akurasi data dan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis bantuan sosial tidak lagi menjadi sekadar “jaring pengaman”, melainkan batu loncatan bagi masyarakat untuk keluar dari zona kemiskinan secara permanen. (vr)**










