Lewat P2K2, Pendamping PKH Kramatmulya Ajak KPM Berani Graduasi dan Kenalkan Sekolah Rakyat

KARTINI (Kuningan) – Guna meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kuningan kembali menggelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kegiatan wajib bagi penerima bansos ini dilaksanakan di Dusun Wage, Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (4/6/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh 15 KPM dari total 25 peserta yang terdaftar. Hadir sebagai pemateri utama adalah Nanin Ernis Nurjaman selaku Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Kab. Kuningan, didampingi oleh tim pendamping yakni Ririn Karina Nuraeni, Revi Pebriyanto, dan Heni Setiani.

Memasuki pembahasan Modul Stunting Sesi 4, KPM diajak untuk memahami pentingnya memberikan stimulasi pada janin sejak dalam kandungan. Pemateri menekankan bahwa pemenuhan gizi saja tidak cukup; dukungan emosional dan stimulasi aktif dari ayah dan ibu sangat menentukan perkembangan otak anak demi mencegah stunting sejak dini.

Suasana motivasi menguat saat tim pendamping mensosialisasi prinsip kemandirian. KPM diingatkan bahwa bantuan sosial dari pemerintah sifatnya hanyalah jembatan sementara. Para peserta didorong untuk memiliki mentalitas tangguh dan berani melakukan Graduasi Mandiri (keluar dari kepesertaan PKH secara sukarela) ketika kondisi ekonomi keluarga sudah mulai stabil dan mandiri.

Guna memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, dalam P2K2 ini juga diperkenalkan program nasional bertajuk Sekolah Rakyat. Program ini memiliki tujuan mulia untuk merangkul dan memfasilitasi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sempat putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikannya.

Bagi KPM yang sudah merintis usaha, tim pendamping kembali mensosialisasikan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi para pelaku usaha mikro di kalangan KPM agar bisnis mereka bisa naik kelas dan menjadi penopang utama ekonomi keluarga pasca-graduasi nanti.

Ketua Tim Kabupaten PKH Kuningan, Nanin Ernis Nurjaman, berharap materi yang disampaikan tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan tuntunan yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin KPM PKH di Desa Cilaja ini tidak hanya menerima bantuan, tetapi benar-benar berdaya. Menjaga anak dari stunting, memastikan anak-anak tetap sekolah, dan membangun usaha adalah kunci utama agar mereka bisa sejahtera secara mandiri,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Meskipun tidak seluruh peserta bisa hadir karena kendala teknis, jalannya P2K2 di Dusun Wage berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik perubahan pola pikir masyarakat menuju keluarga yang sehat, terdidik, dan mandiri secara ekonomi. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *